Kamis, 23 Februari 2012

Mourinho Langsung Alihkan Fokus ke Liga Champions


Madrid - Real Madrid sukses membukukan kemenangan telak 4-0 atas Racing Santander dalam lanjutan La Liga. Tak mau terlalu larut dalam kemenangan, Jose Mourinho sudah mengalihkan fokus pada Liga Champions.

Bermain di Santiago Bernabeu, Minggu (19/2/2012) dinihari WIB, El Real tak menemui kesulitan berarti saat menghadapi Santander yang menghuni zona degradasi.

Tuan rumah sudah unggul 2-0 saat turun minum lewat Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Dua gol yang dicetak Angel Di Maria dan Benzema di babak kedua melengkapi kemenangan timnya menjadi 4-0. Madrid kini unggul 13 poin dari Barcelona.

"Saya senang dengan hasil akhirnya, tapi yang paling saya suka adalah mendapat tiga poin dan sudah memainkan satu pertadingan. Kami menang tanpa kesulitan," sahut Mourinho di situs resmi Madrid.

Kemenangan telak dan poin tambahan yang diperoleh tak membuat Mourinho terlena dalam kesenangan. Ia sudah mengalihkan perhatian pada laga di markas CSKA Moskow di leg I babak 16 besar Liga Champions, Selasa (21/2/2012) sore waktu setempat.

"Pikiran kami sekarang ke Liga Champions dan kami harus fokus pada pertandingan melawan CSKA Moskow."

"Kami semua senang. Kami punya dua hari untuk pemulihan. Kami sangat termotivasi untuk menghadapi pertandingan itu, tapi kami tahu bermain di Moskow akan sulit," tukas pelatih asal Portugal ini.

Cuma Madrid-Barca dan Ronaldo-Messi


Liga Spanyol sudah melewati 23 pekan dan kisah yang dominan adalah "dunia cuma milik Real Madrid dan Barcelona, juga Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi".

Sepenggal episode bahwa Levante pernah berada di puncak klasemen itu sudah lama berlalu. Mereka sekarang bahkan mulai sibuk untuk menentukan apakah bisa mengikuti kompetisi Liga Europa musim depan, karena posisinya saat ini di anak tangga ketujuh.

Valencia, yang selalu menjadi kuda hitam dalam rivalitas abadi Madrid-Barca pada faktanya memang masih saja jadi dark horse. Mereka ada di peringkat ketiga, tapi jaraknya dengan Barca tetaplah jauh: 11 angka.

El Che juga selalu kalah dari dua tim top itu. Mereka menyerah 2-3 di Mestalla dari Madrid, lalu kalah telak 1-5 dari El Barca dinihari tadi, Senin (20/2/2012).

Pernah pula ada cerita optimisme tentang Malaga, ketika mereka membeli pemain-pemain top seperti Ruud van Nistelrooy, Jeremy Toulalan, Martin Demichelis, dan Joris Mathijsen, plus pelatih Manuel Pellegrini. Nyatana, mereka saat ini cuma ada di peringkat kesembilan.

Maka La Liga masih dikuasai Los Blancos dan Los Cules, terlepas dari fakta pula bahwa Madrid cukup jauh meninggalkan musuh besarnya itu dengan 10 angka. Tapi orang akan masih menunggu siapa di antara mereka yang di akhir musim akan mengangkat piala, bukan Valencia, Levante atau Malaga, atau yang lain.

Dominasi Madrid-Barca seiring sejalan dengan dominasi dua penyerang terbaiknya. Terjadi lagi kompetisi individu di antara Ronaldo dan Messi, seperti yang sudah terjadi sejak dua musim lalu.

Dari pekan ke pekan hampir selalu ada nama mereka di papan skor. Terkadang pertanyaannya bukan lagi, apakah mereka mencetak gol, tapi berapa gol yang akan mereka buat di minggu ini?

Kedua pemain ini terlalu superior di liga ini. Mereka bisa menciptakan gol lebih banyak dari jumlah pertandingan yang mereka mainkan. Ronaldo sudah mengemas 28 gol dari 23 laga, Messi sudah 27.

Mereka jauh di atas pemain produktif lain seperti Radamel Falcao (Atletico Madrid) dan Gonzalo Higuain (Madrid), yang sama-sama mengutip 14 gol, atau juga Karim Benzema (Real Madrid) yang baru menghasilkan 13 gol.

Dengan produktivitas seperti itu, Ronaldo dan Messi hampir dipastikan bakal menjadi kandidat kuat lagi dalam perebutan trofi Sepatu Emas Eropa, yang musim lalu dimenangi Ronaldo.

Adapun untuk tim mereka, Madrid dan Barca, persaingan "pribadi"masih akan terjadi pada 22 April. Di tanggal itu El Clasico terjadi lagi di Nou Camp.

Siapa pemenang rivalitas itu di akhir musim?

Kejar Madrid, Barca Butuh Konsistensi


Barcelona - Mengejar ketertinggalan 10 angka dari Real Madrid bukan perkara yang mudah bagi Barcelona. Karena itu Andres Iniesta meminta timnya untuk konsisten di laga kandang maupun tandang.

El Real kini sedang memimpin klasemen La Liga dengan 61 poin. Mereka unggul 10 poin dari Barca yang ada di posisi dua.

Jauhnya selisih angka antara kedua tim itu disebabkan oleh inkonsistensi yang ditunjukkan oleh Barca. Tim besutan Pep Guardiola itu sering kehilangan angka di laga tandang.

Jika mereka tak terkalahkan di Camp Nou, maka tidak demikian kala menjalani laga tandang. Dari 11 laga yang dimainkan di luar Camp Nou, Lionel Messi dkk. hanya mampu menang empat kali dan sisanya lima kali imbang dan dua kali kalah.

"Kenyataannya adalah kami sudah kehilangan banyak angka di laga tandang dan itulah yang terlihat di klasemen," sahut Iniesta seperti dilansir oleh Yahoosports.

"Untuk memenangi La Liga, Anda harus konsisten di kandang dan tandang, dan ini sudah sulit untuk kami,"

Meski tertinggal cukup jauh, Iniesta menyebut jika Barca belum menyerah. Mereka akan terus meraih kemenangan dan bersiap jika suatu saat Madrid tergelincir.

"Kami akan berjuang sampai akhir. Ini adalah tujuan kami: untuk bersaing dan mengumpulkan tiga angka tiap pekan dan siap jika Madrid terpeleset," tuntasnya.

Rabu, 15 Februari 2012

'Liga Spanyol Sudah di Tangan Madrid'


Madrid - Di awal musim, bisa dipastikan tidak ada yang memprediksi Real Madrid bisa unggul 10 poin dari Barcelona. Fakta mengejutkan itulah yang membuat Gonzalo Higuain yakin Liga Spanyol sudah ada di tangan El Real.

Kekalahan mengejutkan Barcelona atas Osasuna dan berlanjutnya kedigdayaan Madrid saat menghantam Levante 4-2 membuat jurang besar kini tercipta di papan atas klasemen Liga Spanyol. Dengan 58 poin dimiliki, El Real unggul 10 poin atas Barca.

Kompetisi memang masih sangat panjang, dengan masih ada 16 pertandingan tersisa musim ini. Namun mengejar 10 poin atas tim seperti Madrid jelas bukan perkara mudah, bahkan untuk Barcelona sekalipun.

Fakta itulah yang membuat pihak Madrid kini mulai yakin kalau penantian akan titel juara La Liga Primera akhirnya akan bisa berakhir. Perjuangan memang masih panjang, tapi 'Si Putih' diyakini sudah menguasai kembali Liga Spanyol.

"Kami gembira karena jarak kami semakin menjauh. Sejujurnya, tak ada yang menduga kalau kami akan sejauh ini di periode ini. Liga sudah ada di tangan kami, tapi Anda tentu harus tetap bekerja," sahut Gonzalo Higuian di Marca.

Dengan performa sangat impresif yang ditunjukkan, sulit memprediksi Madrid bakal terpeleset di sisa musim ini. Tantangan terbesar yang dihadapi anak didik Jose Mourinho tentunya lawatan ke Camp Nou, untuk menjalani El Clasico putaran kedua.

"Kami menunjukkan permainan yang baik (menghadapi Levante) dan sekarang kami masih harus terus melanjutkan. Perbedaan poin dengan Barcelona memang besar, tapi tetep saja kami harus terus berjuang karena masih ada banyak pertandingan tersisa," timpal Karim Benzema di situs resmi klubnya.

Gol ke-4.000 Madrid di Bernabeu Milik Ronaldo


Cristiano Ronaldo bukan cuma membukukan hat-trick saat Real Madrid mengalahkan Levante. Penyerang asal Portugal ini juga mencetak gol ke-4.000 yang dibuat Los Blancos di Santiago Bernabeu.

Sebelum bertemu Levante, Senin (13/2/2012) dinihari WIB, Madrid sudah mencetak 3.997 gol di Bernabeu. Jumlah gol tersebut dicapai El Real setelah melakoni 1.508 pertandingan home. Atau rata-rata membuat 2,6 gol setiap laga.

Jumlah gol Madrid di Bernabeu akhirnya melewati angka 4.000 karena mereka menang 4-2 atas Levante. Artinya, kini Los Merengues sudah 4.001 kali menjebol gawang lawan di kandangnya itu.

Ronaldo jadi orang yang beruntung mencetak gol ke-4.000 Madrid di Bernabeu. Hebatnya lagi, gol ketiganya dalam laga dinihari itu tercipta dengan cara yang istimewa.

Menguasai bola di depan kotak penalti Levante, Ronaldo melepaskan tembakan keras dengan kaki kanannya. Bola kemudian melaju kencang dan menukik sampai-sampai Gustavo Munua yang sudah melompat tinggi pun tak bisa menjangkaunya.

"Gol Cristiano Ronaldo sungguh luar biasa, fantastis, dan saya percaya itu akan jadi bahan pembicaraan di seluruh dunia dalam beberapa pekan ke depan," puji Pelatih Madrid, Jose Mourinho, di situs resmi klub.

"Seluruh tim juga merasakan begitu dan itu adalah gol spesial dari Cristiano. Itu adalah gol ke-4.000 Madrid di Bernabeu dan dia layak mendapatkannya," katanya.

Ronaldo kini sudah menciptakan 27 gol di La Liga musim ini. Koleksi golnya untuk Madrid pun kini membengkak menjadi 119.

Mancini Sudah Perlakukan Tevez dengan Baik


Carlos Tevez sempat berkomentar keras soal perlakukan Roberto Mancini terhadap dirinya. Mancini menyangkal hal itu dan menilai selama ini dirinya sudah sangat baik ke Tevez.

Awal pekan ini Tevez dalam wawancara dengan Fox Sport, Tevez menyebut Mancini sudah memperlakukannya seperti 'anjing' selama ia berada di klub itu.

Terlebih lagi saat dirinya menolak bermain di laga kontra Bayern Munich September lalu, yang jadi awal perselisihan dirinya dengan klub dan manajer.

Kini Tevez akhirnya sudah kembali ke Manchester lagi dan dalam dua pekan ke depan pesepakbola asal Argentina direncanakan akan segera bermain lagi.

Terkait komentar pedas anak buahnya itu, Mancini yang kini sedang berada di Portugal untuk melakoni leg pertama babak 32 besar Liga Europa kontra Porto, angkat bicara. Ia pun lantas menyangkal segala pernyataan Tevez tersebut.

Mancini tak ingin memperpanjang masalah itu lebih lanjut dan memilih untuk berkonsentrasi membawa pulang kemenangan dari lawatannya ke Do Dragao, melawan juara bertahan.

"Saya tidak ingin menjawab pertanyaan Anda karena pertandingan nanti lebih penting dari ini. Tapi saya akan menjawab pertanyaan untuk sekali ini saja, karena kami harus melakoni laga ini," tukas Mancini seperti dilansir Soccernet.

"Ini adalah laga yang penting melawan klub top seperti Porto. Saya sangat tidak setuju dengan apa yang Carlos katakan, karena saya tidak pernah memperlakukannya dengan buruk. Justru sebaliknya, saya sudah sangat baik terhadapnya," pungkas Mancini.